Pernahkah Anda mengalami kejadian dimana status merek bisnis tiba-tiba saja ditolak oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tanpa tahu apa yang menjadi penyebabnya? Jika iya, maka ini merupakan kondisi yang wajar mengingat tak semua merek yang didaftarkan bisa disetujui oleh pihak tersebut. Bagi Anda yang mungkin penasaran dan ingin tahu mengenai apa saja faktor yang menjadikan merek bisnis tersebut ditolak, maka bisa simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut.

Apa yang Dimaksud dengan Merek Bisnis?

Secara umum, merek bisnis atau sering juga dikenal sebagai brand bisnis merupakan suatu tanda yang dikenakan oleh seorang pengusaha pada barang / produk yang dihasilkan sebagai tanda pengenal. Dalam hal ini, merek sebuah bisnis bisa berupa gambar, nama, kata, huruf, angka dan lain – lain. Dengan adanya merek bisnis ini, maka bisa dijadikan sebagai pembeda dari bisnis lain yang serupa di pasaran.

Bisa dikatakan, bahwa merek bisnis termasuk dalam hak kekayaan intelektual lantaran ini menjadi hal yang membedakan produk / jasa yang unik dan berbeda dengan produk lain yang sejenis. Adapun untuk merek bisnis ini biasanya mencakup beberapa hal. Di antaranya yakni ekspresi, desain dan juga simbol yang mana nantinya lebih mudah untuk dikenali bagi para calon konsumen.

Apa Saja Faktor yang Membuat Status Merek Bisnis Ditolak?

Sebagai salah satu hak paten dalam berbisnis, tak sedikit pengusaha yang beramai – ramai mendaftarkan merek bisnisnya di pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Akan tetapi dalam hal ini, tak sedikit pula pengusaha yang harus mengalami pil pahit lantaran merek bisnis yang didaftarkan mengalami penolakan. Umumnya, penolakan ini terjadi lantaran ada beberapa alasan yang melatarbelakangi di antaranya sebagai berikut.

1. Punya Kemiripan dengan Merek Bisnis Pihak Lain

Salah satu alasan yang menjadikan merek bisnis ditolak oleh pihak DJKI yakni karena biasanya memiliki kemiripan dengan merek bisnis dari pihak lain. Bisa kita ambil contoh misal pihak bisnis A memiliki merek terdaftar dengan nama Fashionista untuk jenis pakaian jadi, maka untuk pendaftaran merek Fesyenista oleh bisnis B akan langsung ditolak oleh pihak terkait.

2. Bertentangan dengan Aturan Tertentu

Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwasanya sebuah merek bisnis akan ditolak jika memang dinilai bertentangan dengan aturan tertentu. Baik itu yang bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, kesusilaan, agama dan lain sebagainya. Untuk itu, pastikan Anda tidak menggunakan merek yang bertentangan agar merek bisnis disetujui oleh DJKI.

3. Berisi Keterangan yang Bertentangan dengan Barang

Sering kali para pebisnis tidak menyadari bahwa alasan kenapa merek bisnis ditolak yakni karena memang keterangannya dinilai bertentangan dengan kualitas, manfaat ataupun khasiat dari barang / jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh ketika Anda mendaftarkan merek bernama “Susu Sehat Berkhasiat” hal ini jelas akan ditolak. Sebab, kalimat “Sehat Berkhasiat” tersebut tidak sesuai dengan merek yang didaftarkan.

4. Tidak Punya Ciri Khas Pembeda dengan Bisnis Lain

Alasan terakhir yang membuat merek bisnis biasanya ditolak yakni karena dinilai tidak punya ciri khas pembeda dengan bisnis lain. Bisa saja merek yang didaftarkan tersebut sudah dimiliki bisnis lain akan tetapi seseorang hanya menambahkan desain yang sederhana yang mana tidak memiliki keunikan sama sekali.

Dari informasi seputar beberapa faktor penyebab status merek ditolak di atas, Anda tentunya akan lebih selektif lagi dalam membuat merek bisnis nantinya, bukan? Sehingga, merek yang dibuat tersebut bisa disetujui dan dapat dipakai untuk menjalankan bisnis di pasaran.

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Categorized in: